June 19, 2026
Screenshot_2026_0614_105142

Dugaan Makanan Basi Program MBG Meluas ke PAUD di Kaidipang, Orang Tua Murid Khawatir Kesehatan Anak

BOLMUT – Intensaktual.online

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan makanan basi di SDN 13 Kaidipang, keluhan serupa kini dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Temuan ini memperluas perhatian publik terhadap kualitas makanan yang didistribusikan dalam program MBG. Menu yang dipersoalkan adalah ayam bumbu rujak yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko Kaidipang pada 8 Juni 2026.

Sejumlah orang tua murid mengaku mencurigai kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Makanan tersebut disebut mengeluarkan bau tidak sedap dan terlihat tidak segar saat diterima.

Salah satu wali murid PAUD di Kaidipang mengaku memilih tidak memberikan paket MBG kepada anaknya karena khawatir makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi.

“Baunya sudah tidak enak dan seperti mendidih. Jadi saya tidak berani kasih ke anak,” ujar salah satu orang tua murid.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa wali murid PAUD lainnya. Mereka mengaku anak-anak mengalami sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut.

Tak hanya di tingkat PAUD, dugaan dampak makanan yang tidak layak konsumsi juga dilaporkan terjadi di sekolah dasar. Orang tua siswa di salah satu SD di Kaidipang menyebut anaknya mengalami diare setelah pulang sekolah usai menyantap makanan dari program MBG pada hari yang sama saat temuan dugaan makanan basi di SDN 13 Kaidipang mencuat ke publik.

“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Program MBG menyasar anak-anak PAUD dan pelajar SD yang masih sangat rentan terhadap gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak higienis,” ungkap salah seorang wali murid.

Sebelumnya, Kepala SPPG Boroko Kaidipang, Curvy Runtuwene, dalam keterangannya kepada media pada Jumat (12/6/2026), menyatakan bahwa persoalan menu MBG hanya dilaporkan terjadi di satu sekolah dari total 22 sekolah penerima program.

Menurut Curvy, pihaknya bersama jajaran staf langsung mendatangi SDN 13 Kaidipang setelah menerima laporan terkait dugaan masalah pada menu makanan yang dibagikan.

Di lokasi, pihak SPPG melakukan pemeriksaan langsung terhadap makanan yang dipersoalkan, termasuk melakukan uji rasa untuk memastikan kondisi makanan yang telah didistribusikan kepada siswa.

“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan uji rasa terhadap menu yang dilaporkan. Namun sebagai langkah kehati-hatian, seluruh paket MBG untuk hari itu tetap kami tarik dan distribusi dihentikan sementara,” kata Curvy.

Ia juga menjelaskan bahwa laporan tersebut mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Tim kesehatan bersama ahli gizi turun langsung melakukan inspeksi ke dapur SPPG Boroko Kaidipang guna mengevaluasi proses pengolahan dan distribusi makanan yang menjadi sorotan.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak terkait untuk memastikan penyebab dugaan makanan tidak layak konsumsi tersebut. Orang tua murid berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak tidak justru menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerimanya.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *